Isu strategis adalah kondisi yang sangat berpengaruh terhadap pencapaian visi & misi yang dirumuskan dari hasil evaluasi diri dan dijadikan acuan untuk menentukan tujuan dan sasaran yang harus diraih pada tahun 2011-2015. Rumusan program mempertegas dan memperjelas strategi yang diambil dan memudahkan proses pelaksanaan.

Terdapat enam (6) isu strategis, yaitu:

  • Bagaimana memperkuat partisipasi masyarakat kelompok kategorial dan mereproduksi kader yang mampu menumbuhkan kearifan budaya lokal penunjang ekowisata.
  • Bagaimana menyelenggarakan atraksi-atraksi budaya lokal secara berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak.
  • Bagaimana mengembangkan kemitraan/kerjasama dengan berbagai pihak untuk menggali, menemukan, dan melipat-gandakan potensi SDA, SDM yang menjamin terwujudnya ekowisata.
  • Bagaimana melakukan pelembagaan dan perluasan layanan serta produk desa wisata unggulan.
  • Bagaimana menciptakan tata kelola ekowisata dan peraturan desa yang menjamin pelestarian lingkungan dan budaya lokal.
  • Bagaimana mengoptimalkan sarana dan prasarana pendukung ekowisata.

Terdapat empat (4) strategi yaitu:

  • Penguatan institusi masyarakat lokal dan perawatan sarana pendukung ekowisata: dalam rangka meminimalisasi kelemahan-kelemahan desa dan mengantisipasi ancaman yang mereduksi budaya ketimuran, juga penurunan produktivitas lingkungan desa. Pendekatan dilakukan melalui pembentukan kelompok usaha bersama dengan peningkatan upaya-upaya restorasi aset desa dengan spirit keswadayaan dan tradisi kearifan lokal yang mencitrakan kualitas kapasitas SDM.
  • Perluasan  layanan dan produk desa wisata unggulan: dibangun dengan memanfaatkan seluruh kekuatan dan peluang yang terwujud dalam promosi desa dengan  website desa wisata unggulan, serta pengembangan ekonomi produktif komunitas berbasis sumberdaya lokal.
  • Peningkatan partisipasi masyarakat dan regenerasi dalam penyelenggaraan atraksi budaya: tindakan pendisiplinan seluruh pemimpin desa untuk mendorong kesadaran dan produktivitas komunitas melalui media; aktivasi peran kader serta kelompok-kelompok kategorial dalam menyelenggarakan atraksi-atraksi budaya.
  • Pengembangan jaringan kemitraan desa eko wisata: merupakan strategi meminimalisasi kelemahan untuk memanfaatkan peluang. Diawali dengan pelaksanaan pelatihan berdasar potensi yang dimiliki komunitas sehingga memiliki kepercayaan diri dalam membangun relasi dan kerjasama dengan pihak ketiga.
GambarFormulasi01
GambarFormulasi02
GambarFormulasi03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *