VISI
MENUJU TANJUNGAN PERSADA (Permai, Sejahtera, Aman, dan Damai)

Tanjung: memiliki makna wangi, menerobos keterbatasan (banyak memunculkan inspirasi dan inovasi). PERSADA memiliki makna bahwa terdapat empat unsur dalam visi desa Tanjungan, yaitu: Permai, Sejahtera, Aman, dan Damai. Unsur-unsur tersebut saling berinteraksi dan melengkapi sehingga melahirkan suatu keseimbangan dan harmoni. Setiap keseimbangan dan harmoni yang dicapai menjadi landasan bagi proses perkembangan dan pertumbuhan yang  tiada henti untuk mencapai ujung/ selalu berkelanjutan.

PERMAI  dimaknakan bahwa keindahan desa Tanjungan diwujudkan dalam lingkungan yang bersih, tata ruang dan wilayah yang rapi, termasuk penataan lokasi wisata. Lingkungan yang hijau dengan aneka tumbuhan dan. Tanaman akan memberikan suasana yang sedap dipandang  serta  udara yang sehat.  Keelokan Desa Tanjungan diharapkan mampu meberikan rasa takjub dan kenangan tak terlupakan bagi pengunjung/ tamu setelah melihat dan bekunjung di Desa wisata Tanjungan.

SEJAHTERA merupakan suatu keadaan yang dirasa oleh warga sudah layak/ cukup lahir dan batin. (setiap warga desa dapat jaminan kehidupan yang layak). Kesejahteraan sama sekali tidak menjadikan materi sebagai ukuran utama melainkan kesadaran dan pemahaman warga pada spirit bersyukur dan berkelimpahan atas segala sumberdaya yang dimiliki. Rasa syukur menjadikan warga meyakini potensi sumberdaya dan total mengelola menjadi produk-produk unggulan dengan manfaat sebesar-besarnya bagi komunitas. Warga juga dengan gembira memberikan layanan untuk meningkatkan keterampilan berwirausaha dengan sumberdaya setempat.

AMAN  – Warga desa Tanjungan mengimpikan diwilayahnya tidak terjadi pemalakan, kejahatan fisik, bebas narkoba dan rasa takut kehilangan. Rasa aman juga terjadi pada peran lingkungan yang terbebas dari cemaran limbah kimia dan lahan desa mampu memproduksi berbagai jenis bahan makanan yang terjamin kualitasnya. Masyarakat memiliki kesukacitaan dalam menjalankan ibadah yang berkahnya termanifestasikan pada perbaikan lingkungan dan keseimbangan kehidupan satwa.

DAMAI merupakan buah-buah yang diciptakan karena kemampuan mengelola rasa  kebersamaan dengan kegotong royongan sebagai budaya adiluhung yang mencerminkan kesederhanaan dan kerendahan hati warga Tanjungan. Budaya tersebut secara alamiah mampu memotivasi setiap orang untuk meninggalkan sifat egoisme dan individualism. Kedamaian warga tersebut mampu menciptakan karakter warga dengan pola piker kritis produktif berorientasi pada masa depan.

MISI
Menuju Tanjungan PERSADA hanya dapat diwujudkan melalui tindakan nyata. MISI merupakan tindakan yang harus dilaksanakan oleh masyarakat atau segenap komponen desa agar visi tercapai. Berikut ini adalah MISI yang telah disepakati:

1.    Mengembangkan tata kelola desa yang peka budaya dan berwawasan lingkungan. Tata kelola desa yang peka budaya dan berwawasan lingkungan menjadi panduan dalam pencapaian visi. Melalui misi ini diatur tentang bagaimana, menciptakan tata kelola ekowisata dan peraturan desa yang menjamin pelestarian lingkungan dan budaya lokal dengan mengoptimalkan sarana prasarana pendukung ekowisata yang dimiliki.

2.    Menumbuhkembangkan usaha kreatif dan produktif berbasis sumber daya lokal. Komunitas dikatakan berdaya ketika mampu mengenali potensi dirinya sendiri dan mengembangkannya. Sumberdaya yang dimiliki,  baik manusia, fisik, sosial, maupun finansial harus mampu didayagunakan bagi kesejahteraan komunitas. Semakin banyak karya yang diciptakan membuka perluasan layanan dan peningkatan produksi desa wisata serta meningkatkan daya saing serta daya tarik desa Tanjungan.

3.    Mengembangkan produk dan media yang menjamin peningkatan kualitas SDM. Visi Menuju Tanjungan PERSADA dapat terwujud bila segenap elemen komunitas (pengurus desa/ dusun, pengurus warga, kader penggerak, warga, khususnya generasi muda) bahu-membahu menciptakan perubahan nyata di lingkungannya. Peningkatan partisipasi masyarakat dan regenerasi dalam penyelenggaraan atraksi-atraksi budaya lokal perlu didukung dengan penguatan dan pengembangan kapasitas terhadap elemen masyarakat tersebut.

4.    Mengembangkan pola kemitraan yang produktif. Kemitraan atau kerjasama yang dibangun dengan berbagai pihak juga ditujukan untuk menggali, menemukan, dan melipatgandakan potensi Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam yang menjamin terwujudnya ekowisata. Kemitraan yang dibangun diharapkan semakin memperkuat jatidiri dan identitas desa Tanjungan sebagai desa eko wisata sehingga keberadaannya dapat dirasakan manfaatnya oleh para mitra dan masyarakat di luar desa Tanjungan.

Keempat Misi tersebut adalah merupakan satu kesatuan langkah dalam menggapai Visi. Misi akan diwujudkan melalui program dan rencana kegiatan yang disertai dengan indikator keberhasilan.

TATA NILAI
1.    Kepedulian.
Memberikan makna bahwa seluruh karya yang diberikan dan dilakukan untuk lingkungan semata-mata bukan untuk diri sendiri, masyarakat Tanjungan saja maupun kelompok tertentu. Karya yang dilakukan tidak untuk kepentingan saat ini melainkan untuk masa depan. Kepedulian ini melebihi batasan peran dan tanggung jawab yang diemban masing-masing individu, melainkan dengan kesadaran dan ketulusan hati dalam berkarya bagi tercapainya cita-cita.

2.    Melayani dan berbagi.
Memiliki makna bahwa segenap masyarakat senantiasa memiliki kerelaan untuk memberikan yang terbaik bagi pertumbuhan desa dan warganya. Dengan semangat melayani yang disertai dengan kemampuan dan kemauan berkontribusi dan berbagi diharapkan mampu membangun relasi yang harmonis, menghargai perbedaan cara pandang, kemampuan, latar belakang dan kepentingan.

3.    Keluwesan.
Komunitas Tanjungan memiliki kemampuan lebih dari sekedar beradaptasi pada realitas pertumbuhan masyarakat dari waktu kewaktu. Keluwesan dimanifestasikan untuk mencapai transformasi desa secara nyata mulai dari hal-hal paling sederhana seperti; mensikapi konflik dan karakter komunitas serta mitra desa; gaya hidup modern tanpa menghilangkan kekha san kultur desa; kesediaan menerima reposisi dari setiap program desa; keterbukaan terhadap kritik oto kritik.

4.    Kemandirian.
Memberikan makna bahwa dalam  mencapai tujuan visi desa sebesar-besarnya memanfaatkan seluruh potensi diri, berangkat dari apa yang dimiliki. Keberhasilan diukur dari seberapa besar partisipasi masyarakat menyelesaikan seluruh persoalan desanya dan bukan dari seberapa besar jumlah bantuan yang diberikan pihak eksternal. Muara dari kemandirian adalah kapasitas desa memfasilitasi pertumbuhan desa-desa/komunitas lain dalam pengembangan masyarakat berbasis pada kearifan lokal.